Warga Ahuru Kembali Suarakan Jalan Rusak ke Pemprov Maluku

Berita Ambon Terkini   Berita Maluku Terkini    Ambon, Maluku (DMS) – Warga kawasan Ahuru, RT 12/RW 17, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kembali menyuarakan persoalan kerusakan jalan penghubung Ahuru–Air Besar kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Rabu, 26/08/2026. Aksi tersebut dilakukan dengan memblokade badan jalan sejak pagi menggunakan susunan batu. Langkah ini menjadi bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun dan belum mendapat perbaikan. Koordinator lapangan, Husain Latuconsina, mengatakan kerusakan jalan, khususnya di sekitar lokasi pembuangan sampah Air Besar, telah berlangsung dalam waktu lama. Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Namun, karena belum ada tindakan nyata, masyarakat kembali melakukan aksi untuk mendesak perbaikan jalan. Husain menyebut aksi pemblokadean tersebut merupakan yang keempat kalinya. Warga menilai persoalan jalan tidak cukup hanya diselesaikan melalui koordinasi, tetapi membutuhkan realisasi perbaikan di lapangan. Di lokasi aksi, warga juga membentangkan spanduk bertuliskan “ARBES–AHURU BUTUH JALAN LAYAK!” sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah. Pemblokadean tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur Ahuru–Air Besar. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang hendak melintas terpaksa dihentikan dan diarahkan menggunakan jalur lain. Aparat gabungan bersama perwakilan dinas terkait dan aparat negeri/kelurahan melakukan dialog untuk mencari penyelesaian atas tuntutan masyarakat. Sementara itu, PPPK 2026 pada Dinas PUPR Provinsi Maluku, Claudia Enjel, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Bidang Cipta Karya dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku terkait tuntutan warga. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan membahas penanganan kondisi jalan yang rusak. Claudia juga berharap warga dapat membuka blokade agar akses jalan kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Setelah dilakukan dialog dan mediasi, akses jalan akhirnya kembali dibuka. Namun, warga menegaskan tuntutan utama mereka tetap sama, yakni adanya perbaikan nyata terhadap jalan Ahuru–Air Besar. Husain menegaskan masyarakat tidak ingin persoalan tersebut kembali berhenti pada janji koordinasi. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan fisik jalan yang telah menjadi keluhan selama bertahun-tahun. Masyarakat juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku memberikan kepastian mengenai langkah penanganan jalan tersebut agar akses Ahuru–Air Besar dapat kembali aman dan nyaman digunakan.