Berita Maluku Berita Ambon Jakarta (DMS) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan 48 unit generator set (genset) untuk mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan puluhan genset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional tenda-tenda puskesmas yang menjadi lokasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. “Kementerian ESDM akan kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, mereka tidak ada genset,” kata Bahlil saat melaporkan kesiapan dukungan energi untuk penanganan pascabencana kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut disampaikan ketika Presiden Prabowo menemui warga terdampak bencana di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana gempa bumi. Kepala Negara juga menjelaskan sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah selama masa tanggap darurat. “Saat ini, pemerintah terus memantau kondisi di lapangan, mengirimkan bantuan, serta menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat,” ujar Prabowo, dikutip dari rilis Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis. Genset Disalurkan ke Tujuh Kabupaten Kementerian ESDM menyatakan sebanyak 48 genset tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten yang terdampak gempa di NTT. Bantuan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi di lokasi bencana dapat terpenuhi. Ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting, khususnya bagi fasilitas kesehatan yang tetap harus memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun kondisi di lapangan masih terbatas. Selain mengirimkan genset, Kementerian ESDM bersama para pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat. Posko tersebut digunakan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak serta membantu pemenuhan berbagai kebutuhan dasar selama proses tanggap darurat berlangsung. Dukungan energi terutama diarahkan untuk menjaga fasilitas kesehatan agar tetap dapat beroperasi. Dengan pasokan listrik yang memadai, pelayanan pengobatan bagi warga terdampak di tenda-tenda kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Warga Masih Bertahan di Pengungsian Di tengah upaya pemerintah menangani dampak gempa, sejumlah warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan maupun karena khawatir terhadap gempa susulan. Salah seorang warga terdampak, Kristian Mauko (46), mengaku telah berada di pengungsian selama sekitar sepekan setelah rumahnya di Desa Marapokot mengalami kerusakan akibat gempa. Kristian yang merupakan ayah empat anak sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas, nelayan, dan tukang. Ia mengatakan sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya juga memilih mengungsi ke lokasi yang sama. “Sudah seminggu kami di sini, rumah kami hancur, semua tetangga mengungsi juga ke sini,” katanya. Warga lainnya, Maria Jomuku (58), juga memilih mengungsi setelah rumahnya di Tonggu Rambang, Dusun Bandara, mengalami retak akibat gempa. Maria merupakan seorang janda yang memiliki lima anak dan sehari-hari bekerja sebagai petani. Meski kerusakan rumahnya tidak tergolong berat, ia tetap meninggalkan rumah karena khawatir terhadap potensi gempa susulan. “Kami mengungsi karena banyak gempa susulan, takut rumah rubuh, takut ada tsunami,” ujarnya. ESDM Kerahkan Dukungan Kemanusiaan Kementerian ESDM sebelumnya telah menjalankan program ESDM Siaga Bencana sejak 16 Agustus 2026 untuk membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak di NTT. Melalui program tersebut, Kementerian ESDM mengerahkan personel dan berbagai bantuan kemanusiaan untuk mendukung proses penanganan di lapangan. Bantuan yang diberikan mencakup kegiatan pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat terdampak. Penambahan dukungan berupa 48 genset diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik di fasilitas kesehatan yang berada di wilayah terdampak. Pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. Bagi warga yang masih berada di pengungsian, keselamatan keluarga dan tersedianya tempat tinggal yang aman menjadi kebutuhan utama. Sementara proses pemulihan terus berlangsung, dukungan energi, layanan kesehatan, logistik, serta penanganan di lapangan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan.
Artikel Terkait
Warga Ahuru Kembali Suarakan Jalan Rusak ke Pemprov Maluku
Berita Ambon Terkini Berita Maluku Terkini Ambon, Maluku (DMS) – Warga kawasan Ahuru, RT 12/RW 17, Negeri Batumerah, Kecamatan…
Proyek Dermaga Tepa Rp61 Miliar Diselimuti Dugaan Korupsi
Berita Maluku Barat Daya (MBD) Berita Maluku Terkini Tiakur, Maluku Barat Daya (DMS) – Proyek peningkatan fasilitas Pelabuhan Tepa,…
Wedding Organizer Terbaik di Jogja Saat Ini: Kromo Wedding Production, Solusi Tepat untuk Pernikahan Impian Anda
Pernikahan adalah momen istimewa yang hanya terjadi sekali dalam perjalanan hidup banyak pasangan. Setiap detail dalam acara pernikahan…
Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Desember 2026
Berita Maluku Terkini Berita Ambon Terkini Jakarta (MataMaluku) – Komisi III DPR RI memastikan pembahasan Rancangan Undang-Undang…
Pengiriman Barang Antar Kota Meningkat, Layanan Ekspedisi Terus Beradaptasi
Pengiriman Barang Antar Kota Meningkat, Layanan Ekspedisi Terus Beradaptasi Jakarta, 25 Agustus 2026 — Aktivitas pengiriman barang…
Dua Rumah Dinas Kodim 1506/Namlea Terbakar
Berita Maluku Berita Kabupaten Buru Namlea, Kabupaten Buru (MataMaluku) – Dua unit rumah dinas milik Kodim 1506/Namlea di Komplek…