Berita Maluku Berita Maluku Tengah Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan air bagi petani dengan menyiapkan berbagai sarana pengairan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama tanaman hortikultura yang mulai mengalami dampak kekeringan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah, Arsyad Slamat, mengatakan kondisi kekeringan saat ini lebih banyak dirasakan pada tanaman hortikultura. Sementara itu, tanaman padi di sejumlah sentra produksi belum terdampak secara signifikan karena sebagian besar lahan persawahan telah memasuki masa panen ketika musim kemarau mulai berlangsung.
“Untuk tanaman hortikultura sudah mulai dirasakan dampaknya. Sedangkan padi belum terlalu berpengaruh karena sebagian besar sudah masuk masa panen,” kata Arsyad.
Ia menjelaskan, musim tanam berikutnya direncanakan berlangsung pada akhir Agustus. Namun, pelaksanaan penanaman tidak akan dilakukan secara kaku karena pemerintah tetap mempertimbangkan perkembangan cuaca dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah.
Menurut Arsyad, pemerintah daerah telah memperoleh informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi terjadinya kekeringan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi lebih awal agar dampak kemarau terhadap sektor pertanian dapat ditekan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah penyaluran bantuan pompa air kepada kelompok petani. Bantuan tersebut diberikan melalui kerja sama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah dengan Kementerian Pertanian sejak 2024.
Penyaluran bantuan pompa kembali dilakukan pada 2025 kepada petani di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Seram Utara, Seram Utara Timur Seti, dan Seram Utara Timur Kobi. Pompa tersebut saat ini dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.
Meski demikian, penggunaan pompa air tetap bergantung pada ketersediaan sumber air. Jika sumber air mengalami kekeringan, pompa tidak dapat berfungsi secara optimal.
“Kalau sumber air ikut mengalami kekeringan, pompa juga sulit digunakan. Karena itu, kita menyiapkan langkah lain melalui irigasi perpompaan,” ujar Arsyad.
Untuk memperkuat sistem pengairan pertanian, Kabupaten Maluku Tengah mendapat alokasi kegiatan irigasi perpompaan sebanyak 59 unit. Saat ini, pembangunan atau pengerjaan fasilitas tersebut masih berlangsung di sejumlah lokasi.
Arsyad berharap seluruh fasilitas irigasi perpompaan tersebut dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh petani. Keberadaan sarana tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan keterbatasan air, khususnya ketika kondisi kemarau semakin panjang.
“Mudah-mudahan setelah selesai, 59 unit irigasi perpompaan ini dapat dipergunakan untuk mengatasi kekeringan di lapangan,” katanya.
Selain menyiapkan sarana pengairan, pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan pertanian. Jadwal tanam akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca serta kondisi sumber air di masing-masing wilayah.
Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan pertanian tetap dapat berlangsung secara optimal sekaligus mengurangi risiko gagal tanam maupun penurunan produksi akibat kekurangan air selama musim kemarau.