John Herdman Soroti Potensi Mitchell Baker Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Radio di Ambon, Radio di Maluku Jakarta (dutafm) – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tetap melihat sejumlah hal positif setelah skuad Garuda harus mengakhiri kiprahnya di Piala AFF 2026 pada fase grup. Salah satu yang menjadi perhatian pelatih asal Inggris tersebut adalah penampilan penyerang muda Mitchell Baker. Baker yang baru berusia 19 tahun menjadi salah satu pemain muda yang mendapat kesempatan tampil bersama Timnas Indonesia pada turnamen sepak bola Asia Tenggara tersebut. John Herdman menilai Baker memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain penting bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, kemampuan pemain muda itu tidak hanya terlihat dari aspek fisik, tetapi juga dari sejumlah kualitas permainan yang dimilikinya. “Bila melihat pemain muda seperti Mitch Baker yang berusia 19 tahun, kami melihat permainannya memiliki nilai lebih dari sekadar keunggulan fisik. Dia mampu melakukan banyak hal, dan saya sangat antusias dengan potensi dan masa depannya,” kata Herdman dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu. Herdman mengatakan, keikutsertaan Baker dalam Piala AFF 2026 menjadi pengalaman penting dalam proses perkembangan kariernya. Turnamen tersebut memberikan kesempatan kepada para pemain muda dan pemain baru untuk merasakan langsung atmosfer persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Menurut Herdman, pengalaman menghadapi tim-tim dari ASEAN dapat membantu para pemain memahami karakter permainan lawan, pengelolaan pertandingan, hingga struktur kompetisi yang berbeda. “Turnamen itu juga memberikan kesempatan baginya serta beberapa pemain muda atau pemain baru lainnya untuk memahami sepak bola ASEAN, karakteristik lawan, bagaimana pertandingan dikelola, dan struktur turnamen. Oleh karena itu, para pemain tersebut telah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya. Timnas Indonesia sendiri harus mengubur harapan melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A, Jumat (7/8). Hasil tersebut membuat Indonesia hanya mampu menambah satu poin dan menyelesaikan fase grup di posisi ketiga. Indonesia berada di bawah Vietnam dan Singapura dalam klasemen akhir Grup A. Vietnam menempati posisi teratas, sementara Singapura berada di peringkat kedua. Kedua tim tersebut berhak melanjutkan perjuangan ke babak semifinal karena hanya dua tim teratas dari masing-masing grup yang mendapatkan tiket ke fase berikutnya. Herdman menilai para pemain Indonesia telah berusaha maksimal sepanjang turnamen. Namun, kerja keras tersebut belum mampu membawa skuad Garuda memenuhi target untuk melangkah lebih jauh. Di balik kegagalan tersebut, Herdman juga menyampaikan rasa sedihnya terhadap sejumlah pemain senior yang telah memberikan pengorbanan besar demi membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Pelatih asal Inggris itu memahami besarnya harapan para pemain senior untuk membawa Indonesia meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya. “Di sisi lain, saya merasa sedih untuk beberapa pemain senior. Mereka telah mengerahkan usaha terbaik dalam turnamen itu dan melakukan pengorbanan besar untuk bisa hadir dalam AFF 2026,” kata Herdman. Menurut Herdman, para pemain senior memiliki motivasi besar untuk mempersembahkan trofi bagi Indonesia. Namun, ambisi tersebut kembali belum dapat diwujudkan pada turnamen kali ini. “Mereka sangat berhasrat untuk mempersembahkan trofi bagi Indonesia. Sayangnya, hal itu belum bisa terwujud kali ini, tetapi mereka telah memberikan segala yang dimiliki,” tuturnya. Meski gagal melaju ke semifinal, Herdman berharap pengalaman di Piala AFF 2026 dapat menjadi bagian penting dari proses pembangunan skuad Timnas Indonesia. Kehadiran pemain muda seperti Mitchell Baker dinilai menjadi salah satu modal untuk menyiapkan kekuatan Garuda menghadapi berbagai agenda internasional berikutnya.